54 views
Anak Terlambat Bicara? Waspada Gangguan Pendengaran!

Anak Terlambat Bicara? Waspada Gangguan Pendengaran!

Earsoundhearing.com – Bunda pernah merasa cemas karena si kecil belum juga mengucapkan kata pertamanya, padahal usianya sudah hampir dua tahun? Mungkin Bunda mengira itu hal yang wajar. Tapi tahukah Bunda, bahwa anak terlambat bicara bisa jadi tanda awal adanya gangguan pendengaran?

Hubungan Antara Anak Terlambat Bicara dengan Gangguan Pendengaran

Tahukah Bunda, kemampuan bicara sangat bergantung pada pendengaran? Anak belajar bicara bukan dari membaca buku, melainkan dengan mendengar, meniru, dan mengulang suara di sekitarnya. Jadi, jika pendengarannya terganggu, perkembangan bicara otomatis ikut terhambat.

Keterlambatan bicara pada anak sering kali menjadi sinyal awal bahwa ada sesuatu yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Salah satu penyebab yang paling sering terabaikan adalah gangguan pendengaran. Anak yang tidak bisa mendengar dengan jelas akan kesulitan meniru kata-kata yang ia dengar, sehingga kemampuan bicaranya pun ikut terhambat.

Berbeda dengan anak yang mengalami keterlambatan bicara karena faktor lain (seperti stimulasi yang kurang atau gangguan perkembangan), anak dengan gangguan pendengaran umumnya juga menunjukkan tanda lain, seperti:

  • Tidak merespons suara atau panggilan, terutama dari kejauhan
  • Sering meminta untuk mengulang perkataan
  • Bicara tidak jelas atau sulit dipahami
  • Lebih banyak menggunakan gestur daripada kata-kata

Baca juga: Hati-Hati! Kecanduan Smartphone Bisa Merusak Pendengaran

Mengapa Deteksi Dini Itu Penting?

Menurut data dari World Health Organization (WHO) tahun 2024, sekitar 5 dari 1000 bayi lahir diperkirakan mengalami gangguan pendengaran. Sebagian besar tidak terdeteksi sejak dini, sehingga terlambat mendapatkan intervensi yang tepat. Padahal, deteksi dan penanganan sebelum usia 6 bulan bisa meningkatkan peluang perkembangan komunikasi anak secara signifikan.

Di Indonesia sendiri, gangguan pendengaran pada anak masih sering terlambat dikenali karena:

  • Tidak adanya skrining pendengaran saat bayi lahir (OAE/BERA)
  • Kurangnya pemahaman orang tua mengenai tanda-tanda awal
  • Adanya anggapan bahwa “nanti juga bisa ngomong sendiri”

Apa Tanda Anak Mengalami Gangguan Pendengaran?

Tidak semua tanda gangguan pendengaran terlihat jelas sejak awal, apalagi pada anak yang belum bisa bicara. Namun, ada beberapa sinyal yang bisa Bunda lihat dalam keseharian. Yuk, kenali tanda-tandanya berikut ini agar Bunda bisa lebih sigap dan waspada:

  1. Tidak Merespons Suara dari Bayi
    Normalnya, bayi yang mendengar suara keras akan terkejut, berkedip, atau menangis. Jika bayi tampak tidak bereaksi terhadap suara apa pun, terutama saat tidur atau berada di ruangan yang sunyi, ini patut dicurigai.
  2. Tidak Menoleh Saat Namanya Dipanggil
    Pada usia 6–9 bulan, bayi biasanya sudah mulai mengenali namanya. Namun, jika telah dipanggil berulang kali tapi tidak menoleh, bisa jadi anak tidak mendengarnya.
  3. Minim Ocehan dan Sulit Meniru Suara
    Bayi yang mengalami gangguan pendengaran cenderung jarang mengoceh (babbling). Bahkan jika mengoceh, suaranya terdengar monoton atau tidak bervariasi. Anak juga kesulitan meniru suara atau kata yang sering ia dengar.
  4. Respons Terlambat atau Tergantung Visual
    Anak mungkin baru bereaksi jika melihat wajah orang yang berbicara atau gerakan tangan (visual cue), bukan karena mendengar kata-katanya.
  5. Kesulitan Berinteraksi atau Sering Frustrasi
    Anak jadi lebih pendiam, kurang responsif saat diajak bermain, atau sering tantrum karena tidak bisa menyampaikan keinginannya secara verbal.

Baca juga: Gangguan Pendengaran pada Bayi Baru Lahir

Penyebab Gangguan Pendengaran pada Anak

Gangguan pendengaran bisa terjadi sejak lahir (kongenital) atau setelahnya. Adapun beberapa penyebab umum, antara lain:

  • Faktor Genetik, Ada riwayat keluarga dengan gangguan pendengaran.
  • Infeksi Saat Kehamilan, Seperti rubella, toksoplasmosis, atau CMV yang menyerang janin.
  • Kelahiran Prematur, Bayi lahir sebelum waktunya lebih rentan mengalami komplikasi, termasuk gangguan pendengaran.
  • Infeksi Telinga Berulang (Otitis Media), Jika dibiarkan, bisa merusak struktur telinga tengah.
  • Cedera Kepala atau Paparan Suara Bising
  • Penggunaan Obat Ototoksik, Obat tertentu bisa merusak saraf pendengaran jika tidak digunakan dengan pengawasan medis.

Solusi dan Langkah Selanjutnya

Jika Bunda mendapati tanda-tanda di atas, jangan panik. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan:

  1. Lakukan Pemeriksaan Pendengaran, Pemeriksaan awal seperti OAE (Otoacoustic Emission) dan BERA bisa mendeteksi gangguan sejak dini, bahkan saat bayi baru lahir.
  2. Konsultasi ke Ahli, Bawa anak ke dokter spesialis THT atau audiolog untuk penilaian lebih lanjut. Bisa juga ke klinik alat bantu dengar yang memiliki fasilitas pemeriksaan lengkap.
  3. Gunakan Alat Bantu Dengar Bila Dibutuhkan, Jika gangguan pendengaran terkonfirmasi, alat bantu dengar bisa sangat membantu anak dalam menyerap suara di sekitarnya.
  4. Terapi Wicara, Terapi ini akan membantu anak mengejar keterlambatan bicara dan belajar berkomunikasi secara efektif.

Ayo Periksa Pendengaran Anak di Earsound Hearing!

Apakah Bunda mencurigai anak mengalami tanda-tanda terlambat bicara atau gangguan pendengaran? Earsound Hearing hadir sebagai solusi untuk Bunda dan keluarga.

Kami menyediakan pemeriksaan pendengaran lengkap untuk bayi, anak-anak, hingga dewasa dengan alat modern dan tim profesional terpercaya. Pemeriksaan cepat, nyaman, dan bisa langsung dapat hasil.

Cegah keterlambatan bicara sejak dini. Yuk, periksa pendengaran anak di Earsound Hearing sekarang juga! Karena mendengar adalah awal dari semua komunikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *